PETERNAKAN ORIJINALE

TENTANG KOLAM

Mengawali dengan 3 kolam bulat terpal pembesaran, kemudian ditambah dengan 2 kolam beton untuk sortir, 1 kolam filter air, dan kolam pembuangan air kotor. Masing-masing kolam bulat terpal bisa menampung sekitar 1500 ekor. Berbagai percobaan dilakukan untuk menyaring air kolam yang bercampur dengan sisa makanan agar tidak banyak air yang terbuang, lalu air yang sudah di filter bisa dialirkan kembali ke kolam.

Peran sanitasi sangat penting agar aliran air bersih dan air pembuangan yang bercampur sisa makanan dapat mengalir dengan baik. Salah satu faktor penting dari pertumbuhan lele dan mengurangi kematian adalah karena kondisi air kolam yang baik.

Budi daya ikan bisa menggunakan berbagai macam media kolam, dimana masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Pemilihan jenis kolam harus dilihat dari berbagai aspek seperti luas lahan yang tersedia, biaya pembuatan dan pemeliharaan, lingkungan sekitar termasuk kecocokan dalam pembesaran ikan dan kadar air, yang tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Berikut ini beberapa jenis kolam yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan:
1. Kolam Terpal
merupakan kolam yang dilapisi oleh terpal baik bagian dasar maupun dindingnya. Kolam terpal merupakan alternatif yang baik untuk biaya minim dengan lahan terbatas. Kolam bisa berbentuk bulat atau persegi dengan menggunakan bambu, kayu, atau besi. Sebaiknya terpal di press tanpa jahitan dengan bahan semi karet dengan ukuran terpal disesuaikan dengan kerangka kolam. Banyak kelebihan dari penggunaan kolam terpal seperti:
- Biaya pembuatan kolam lebih murah dan dapat disesuikan dengan lahan terbatas
- Dapat terhindar dari hewan liar karena posisi tinggi dari tanah
- Dengan pembuatan sirkulasi yang benar membuat pergantian air lebih baik
- Memudahkan proses sortir baik untuk ikan yang terkena penyakit maupun saat panen
- Ikan lebih higienis dan tidak berbau lumpur sehingga kualitas dan harga jual lebih tinggi
kolam-bulat-terpal
kolam-bulat-terpal

2. Kolam Beton
menggunakan beton pada bagian dasar dan dinding kolam sehingga tidak mudah rusak dan bocor. Struktur yang kokoh akan memperlama waktu penggunaan serta mampu mengontrol perubahan suhu. Tetapi biaya awal pembuatan lebih mahal dan membutuhkan lahan khusus yang lebih luas karena sifatnya permanen. Bau semen dan lumut menjadikan jenis kolam ini perlu perhatian dalam pemeliharaan awal dengan rajin membersihkan agar tidak menggangu proses pembesaran ikan.
kolam-beton
kolam-beton-terpal

3. Kolam Tanah
merupakan cara konvensional dengan membuat kolam dalam tanah yang juga dikenal dengan nama Blumbang, Balong, atau Empang. Kelebihan dari kolam tanah seperti pemeliharaan tidak terlalu ribet karena dengan penopang alami yaitu lahan tanah sehingga biaya pemeliharaan tidak besar. Air kolam lebih banyak mikroorganisme yang baik untuk pakan ikan seperti cacing sehingga pergantian air tidak perlu sering dilakukan.
4. Kolam Drum
sebagian besar berbahan plastik dan besi. Perawatan kolam lebih simpel karena bisa dipindah-pindah dan pengontrolan air lebih mudah dilakukan. Akan tetapi tebar bibit dan daya tampung ikan menjadi terbatas. Untuk lahan yang benar-benar sempit bisa menjadi solusi dalam budi daya ikan. Banyak variasi juga dalam membentuk kolam bisa dengan tegak berdiri atau di rebahkan.

Banyak variasi kolam-kolam lain yang bisa dibuat seperti keramba atau kolam fiber. Apapun jenis kolamnya asal disesuaikan dengan kebutuhan, ketersediaan lahan, biaya, dan yang terpenting adalah sirkulasi air. Untuk mengurangi pembuangan air bisa menambahkan bak filter dan rutin membersihkan. Pelajari kelebihan dan kekurangannya agar nantinya bisa efektif dan efisien.


PEMBESARAN LELE

PETERNAKAN ORIJINALE melakukan berbagai ekplorasi serta analisa sebelum memulai untuk membangun peternakan ikan lele. Diawali dengan membuat perencanaan untuk infrastruktur peternakan, mempelajari proses pembenihan, pembesaran, dan pengolahan hasil panen menjadi suatu produk agar layak di konsumsi oleh masyarakat. Selain perencanaan, juga belajar memahami dari cerita-cerita para peternak lele yang sudah lebih dulu menjalankan usahanya supaya bisa mengetahui apa saja kendala-kendala dalam proses pelaksanaannya. Dalam proses pembesaran lele sangat penting untuk merancang akan menggunakan jenis kolam seperti apa karena sangat mempengaruhi dalam prosesnya nanti. Selain kolam beserta sirkulasi airnya, faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembesaran lele seperti pemilihan bibit/benih lele dan proses inisiasi air kolam sebelum bibit atau benih ditebar.

Isi kolam dengan air setinggi 40 - 60 cm dan dibiarkan sekitar 3 - 7 hari tergantung dari kadar air bersih yang tersedia apakah sudah sesuai kebutuhan ikan dengan PH air standar berkisar antara 6 - 8, tidak terlalu asam atau tidak terlalu basa. Tunggu beberapa hari sambil mencampur air kolam dengan cairan probiotik secukupnya. Jika air sudah terlihat berwarna hijau muda atau hijau bening berarti telah terjadi pembentukan lumut dan fitoplankton. Plankton ini berfotosintesis saat siang hari dengan bantuan cahaya matahari hingga kadar oksigen meningkat. Hal ini menjadi baik karena menambah nafsu makan ikan. Namun saat malam hari, plankton menghasilkan C02 (karbon dioksida) sehingga kadar oksigen menurun.

Setelah proses inisiasi air kolam lalu dilanjutkan dengan menebar bibit lele yang sudah didiamkan terlebih dahulu dalam ember yang berisi air kolam. Hal ini untuk menjaga bibit ikan tidak stres dengan perubahan air. Pemindahan bibit dari ember ke kolam lebih baik dilakukan pada pagi atau malam hari dan setelah dipindahkan ke kolam, di diamkan terlebih dahulu agar bibit lele bisa beradaptasi dengan tempat baru. Jika sudah mulai terlihat banyak bibit yang berenang di atas air kolam, barulah mulai memberikan pakan. Pakan yang diberikan bisa bermacam-macam seperti pelet, keong mas, plankton, cacing, dan banyak alternatif pakan lainnya. Pilihlah salah satu pakan yang cocok dengan kebutuhan nutrisi untuk pembesaran lele seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Biasakan untuk disiplin memberikan pakan sekitar minimal 2 kali sehari. Jika masih terlihat banyak ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya keatas permukaan air, bisa diberikan pakan tambahan.

Biasanya akan ada sisa-sisa makanan yang menyebabkan endapan berupa lumpur di dasar kolam. Untuk mengurangi endapan yang menyebabkan bau pada kolam, bisa melakukan pergantian air sesuai dengan kondisinya. Tidak harus mengganti semua air kolam, cukup dengan setengah atau sampai air sudah tidak bau dan mengental lagi. Kotoran sisa makanan tersebut bisa menyebabkan penyakit pada ikan. Saat membersihkan air kolam bisa sekaligus melakukan sortir, pisahkan ikan-ikan yang sudah lebih besar ke kolam lain.

Pembesaran dengan tebar padat biasanya menyebabkan pertumbuhan ikan-ikan menjadi tidak sama. Karena pada saat pemberian pakan biasanya ikan-ikan berebut. Itulah makanya dibutuhkan rutinitas melakukan sortir untuk mengurangi kematian. Ikan lele yang sehat mengalami pertumbuhan yang cepat dan terlihat setiap minggunya terjadi perubahan pada tubuh ikan. Ada yang bisa di panen setelah 60 hari, tetapi ada juga yang terlambat tumbuh hingga sampai 90 hari baru bisa di panen, karena tidak semua bibit yang ditebar bersamaan bisa di panen bersamaan juga. Ikan lele termasuk ikan yang tidak sulit untuk pemeliharaan. Ukuran ikan yang bisa dipanen lebih baik jangan terlalu besar karena biasanya daging ikan sudah lebih keras. Hasil dari panen ikan ini bisa dijual berupa ikan hidup, frozen food, fillet, atau bisa juga dengan olahan makanan siap saji.